Feeds:
Pos
Komentar

Halo sobat BRF….

Saya rasa dari sekian hobiis ataupun peternak pernah mengalami kelincinya sakit mencret, beberapa bahkan sampai kelincinya tidak tertolong lagi. Bigitu juga dengan kami BRF (Brtohers Rabbit Farm) pernah mengalami hal yang sama, obat-obat khusus mencret sudah kami berikan, tetapi masih ada yang tidak tertolong dan akhirnya berujung dengan kematian.

Berdasarkan dari hal itulah, kami mencoba membuat obat tradisional untuk mengatasi dan mengobati sakit mencret pada kelinci, dan sudah dibuktikan sendiri dengan hasil yang luar biasa.

Bahan-bahan yang digunakan sangat mudah sekali didapatkan ;

  1. Daun jambu biji (daun muda)
  2. Gula Merah
  3. Garam
  4. Air

Tidak ada takaran pasti, jadi kami buat dengan perkiraan atau secukupnya. Karena kami yakin ramuan tersebut tidak membuat kelinci Over Dosis.

Bahan-bahan tersebut diatas dicampur menjadi satu dan dimasak hingga mendidih, setelah itu saring dan dinginkan.

Cara pemberian :

1. Ramuan yang sudad dimasak dan didinginkan tadi diberikan  secara langsung dengan menggunakan alat (suntikan atau pipet yang sudah dibersihkan).

2. Berikan setiap 1 (satu) jam (sampai 6 x).

3. Kurangi daun-daunan hijau, diganti dengan daun pisang, daun jambu biji atau pur dengan porsi yang tidak terlalu banyak.

Kurang dari 24 Jam, peses kelinci sudah mulai bulat dan tidak terlalu lembek, pada masa ini sampai 2 hari kedepan masih diberikan pakan yang tadi (daun pisang, daun jambu biji atau pur).

Ramuan tersebut diatas sudah diuji cobakan pada beberapa kelinci kami yang terserang penyakit mencret, dan hasilnya kelinci bisa kembali sembuh.

Selamat mencoba.

 Salam,

Brothers Rabbit Farm

Memelihara Kelinci Oleh Ripun-Agrokita Kamis, 11 Februari 2010 19:32 – Terakhir Diupdate Kamis, 11 Februari 2010 20:01

Memiliki dan merawat hewan seperti kelinci sangatlah menyenangkan dan unik. Kelinci pada umumnya bersih serta cukup jinak, beberapa jenis kelinci bahkan mudah dilatih untuk membuang kotoran di kotak yang disediakan. Kelinci mudah dibesarkan dan tersedia dalam berbagai ras. Harapan Hidup untuk kelinci rata-rata 5-6 tahun, tetapi beberapa ras dapat hidup sampai 10 atau 11 tahun. Memberi pakan dan perawatan yang tepat sangat penting agar hewan lucu ini panjang umurnya.

 Kandang

Kandang kelinci dapat dibeli di pet shop atau peternak. Kandang yang ideal diupayakan memiliki ruangan yang memudahkan kelinci untuk bergerak. Untuk kelinci seberat 3 kg, ukuran minimum kandangnya setidaknya memiliki lebar 600 mm, tinggi 450 mm dan panjang 600 mm. Lebih baik lagi jika panjangnya dibuat 1 meter. Untuk kandang indoor, disarankan terbuat dari kawat. Pastikan kabel bawah berukuran 25 x 12 mm, dengan memakai kawat stainless steel atau galvanis varian 16. Ukuran kandang bawah terlalu rendah akan menimbulkan masalah pada pertumbuhan kaki kelinci. Sisi atasnya dibuat ukuran 50 mm x 25 mm.Kandang, peralatan pakan & minum sebaiknya rutin dicuci dengan menggosoknya menggunakan larutan cairan disinfectan, kemudian bilas dengan air bersih dan keringkan.

Nutrisi

Nutrisi yang tepat adalah dengan memberikan gizi seimbang. Komposisi makanannya berupa pakan segar mengandung 18-24% serat dan pelet yang memiliki 14-18% kadar protein. Kelebihan dan kekurangan pakan seimbang akan menyebabkan gastro-intestinal. Sayuran segar diberikan dalam jumlah terbatas (misalnya, hanya menyodorkan satu buah wortel seminggu). Selebihannya agar tidak mengalami mal nutrisi diberikan pakan berupa pelet. Setiap kita menginginkan kelinci kesayangan untuk diet, lakukan secara bertahap.

Kelinci dewasa dibesarkan dengan diberi pakan jerami sedangkan bayi kelinci cukup dengan memberinya alfalfa. Diet tinggi serat optik ditujukan untuk mengurangi risiko masalah pencernaan dan membantu dalam mencegah hairball obstruksi. Kelinci adalah hewan coprophagic, yaitu hewan yang memakan kotoran mereka sendiri. Biasanya pada malam hari, kelinci menghasilkan kotoran lunak yang kaya protein dan vitamin, kotoran akan dikonsumsi langsung setelah keluar dari anus. Tetapi kotoran yang keluar pada siang hari tidak dikonsumsi kemungkinan karena telah mengeras dan kering.

 Kebutuhan Air Perlu untuk menyediakan air bersih setiap waktu, karena kelinci membutuhkannya. Letakkan wadah air yang tidak mudah tumpah atau berikan dalam botol minuman.

Reproduksi Kelinci betina mulai berkembang biak pada usia 5 dan 9 bulan. Kehamilan berlangsung antara 29 dan 35 hari. Indukan kelinci bisa melahirkan 4-10 bayi kelinci . Untuk menduga kehamilan kembali tidak normal, dapat diraba pada bagian abdominal 10 sampai 14 hari setelah pemijahan Betina muda biasanya menyusui hanya sekali di pagi hari, salah perlakuan akan memberi kesan diabaikan sang induk. Jika dipisahkan dari induknya dan dibesarkan oleh tangan, memiliki angka kematian yang tinggi (40%). Kelinci yang dibesarkan dengan tangan, rentan terhadap diare, pneumonia dan kedinginan. Oleh karena itu biarkan kelinci bergerak secara alami. Betina mudah terkena kanker servik, perlu tindakan prenventif untuk mencegah terjadinya hal ini di kemudian hari.

Latihan Pipis Kelinci mudah dilatih untuk menggunakan kotak toilet sebagi tempatnya buang kencing. Jika Anda pertama kali memiliki kelinci, tempatkan dia di kandang dan jangan mengganggunya selama 24 jam. Amatilah bahwa kelinci menggunakan pispot untuk buang air kecil. Sekali kelinci menandai pispot sebagai tempatnya buang kencing , dia pasti melakukannya kembali  tempat yang sama. Hal ini perlu dilatih, anda bisa menyemprot bokong kelinci saat ia mulai mengangkat kakinya untuk kencing, lakukan ini sesering mungkin sampai ia benar-beanr menggunakan kotak pispot yang anda taruh di sudut kandangnya. Jangan pernah memukul kelinci , jika mereka mengencingi karpet kesayangan anda. Kegiatan merapihkan bulu kelinci dianjurkan dilakukan secara teratur. Pada umumnya bulu kelinci tebal dan rontok sebanyak dua kali setahun. Sikatlah menggunakan sikat panjang yang lembut setiap hari. Tidak seperti kucing, kelinci cenderung tidak bisa memuntahkan bulu yang tertelan ke dalam mulutnya dan bisa menyumbat ususnya. Karena itu sikatlah bulu dengan teratur dan beri jerami agar tidak terjadi kasus hairballs. Lakukan juga pemotongan kuku secara rutin, jika anda tidak bisa melakukannya sendiri, bawalah kelinci ke salon hewan terdekat. Mereka cukup terlatih melakukan treatment dengan baik. Selama sesi perawatan, teliti lagi kelinci kesayangan anda dengan memeriksa seluruh bagian tubuhnya seperti, kuping, rambut rontok, kulit bersisik agar dilakukan perawatan yang tepat. Peganglah kelinci anda dengan posisi yang benar, ketika meronta karena perlakuan yang salah bisa menyebabkan punggung kelinci cidera.

Big Giant

Brothers Rabbit Farm menyediakan kelinci2 jenis Giant / Flemish Giant, saat ini tersedia Flemish Giant Jantan dengan berat +5 Kg, usia 8 bulan.

berikut gambarnya :

Salam,

BRF

Kelinci & Fashion

Kelinci yang dipelihara umumnya hanya untuk hiasan ataupun diambil dagingnya untuk dikonsumsi, Diluar negeri ada perlombaan kelinci (semua jenis) dengan menggunakan pakaian yang dibuatkan oleh majikannya.

berikut gambar-gambarnya :

Anda tertarik tetapi belum mempunyai kelinci untuk di dandani ?

Hubungi kami, Broters Rabbit Farm

Sopian Sutisna (0816946917)

Dede Hermawan (085715944733)

email : brf_kelinci@yahoo.com

Anakan Fuzzy Loop, umur 2 – 3 bulan. Harga mulai dari 100 ribuan (nego).

Bagi anda pencinta kelinci yang tidak sempat datang ke Peternakan kami, kini Brothers Rabbit Farm bisa ditemui di Depan Ruko Galuh Mas-Karawang (Samping SPBU), tepatnya depan arena bermain anak-anak. Kami hanya buka lapak setiap minggu pagi dari Pkl.06:00 – 09:00. Kami siap melayani anda dengan aneka ragam kelinci-kelinci yang berkualitas, Pakan kelinci, Vitamin, Tempat makan dan minum.

Salam,

BRF

Gizi kelinci

PIKIRAN RAKYAT Kamis, 23 Juli 2009

Setidaknya ada dua hidangan yang bakal ditemui manakala kita jalan-jalan ke Lembang, dan singgah di rumah makan yang menyediakan masakan berbahan daging kelinci : sate kelinci dan gulai kelinci. Di daerah berhawa dingin seperti itu, masakan tersebut akan terasa lebih nikmat manakala disantap dalam keadaan hangat. 

Namun masalah kehangatan rupanya hanya salah satu faktor yang membuat orang “kabungbulengan” dengan sajian berbahan daging kelinci. Supaya kelezatan bisa didapat lebih lengkap, jenis dan umur kelinci perlu pula diperhatikan. Dari pengalaman para penikmatnya diketahui, kelinci jenis flemis giant, Chinchilla, dan new zealand white, berusia antara 4 – 6 bulan, disebut-sebut yang paling pas dipilih untuk keperluan ini. Di samping tekstur dagingnya yang empuk dan seratnya yang halus, rasanya pun agak manis, khas daging kelinci. Biasanya dari seekor kelinci gemuk jenis ini dapat diperoleh 60 – 90 tusuk sate. Sedangkan sisanya, berupa potongan daging dan tulang-taleng, dijadikan bahan gulai.

Akan tetapi urusan melahap daging kelinci tak hanya berdampak pada peraihan kelezatannya semata. Beragam unsur gizi dalam komposisi demikian “nyeni” yang dimilikinya ternyata bisa juga diandalkan untuk merawat kesehatan, menjaga tubuh supaya senantiasa prima.

Tinggi protein rendah kolesterol

Ditilik dari sifatnya, berdasar kitab “Feng Shui” Arab, sebagaimana ditulis Wied Harry Apriadji, ahli gizi masyarakat dan sumber daya keluarga, di http://e-nirmala.blogspot.com, daging kelinci termasuk dalam kelompok makanan sardi yang berarti dingin.

Tidak sebagaimana makanan kelompok garmi atau panas, yang memiliki efek berantai dalam tubuh hingga memacu sistem metabolisme, kelompok makanan sardi memiliki sifat sebaliknya. memperlambat metabolisme. Makanan jenis ini cocok dikonsumsi para orang tua dan penderita obesitas.

Sementara dari sisi gizi, seperti dapat dilihat di http://rabbitwrangler.wordpress.com, perkara yang layak dikagumi darinya berkaitan dengan kandungan kalorinya yang rendah (197 kal/100 gr bahan) sedangkan proteinnya terbilang tinggi (29 gr/100 gr bahan) hingga dapat memenuhi kebutuhan harian tubuh akan unsur ini sebanyak 58%.

Ini artinya, selain memang cocok dikonsumsi oleh mereka yang suka makan enak tetapi ingin tetap sehat, enggan terkena kegemukan, juga bisa diandalkan untuk mencegah terjadinya situasi gizi buruk gara-gara rendahnya asupan protein, dikenal dengan istilah “kwashiorkor”.

Hebatnya, meski tinggi protein, kandungan kolesterolnya justru rendah. Catatan Faiz Manshur, seorang penulis buku tentang kelinci, menunjukkan jumlah sekitar 164 mg/100 gram bahan, jauh di bawah kandungan kolesterol pada hewan lain, seperti ayam, sapi, domba, dan babi, yang memiliki kisaran jumlah 220 – 250 mg/100 gram bahan. Hal ini bermakna, pengonsumsi daging kelinci tak perlu takut jantungnya buntu gara-gara salurannya disumbat kolesterol yang dikandungnya.

Mencegah kanker

Unsur lain yang tak kalah asyik untuk dilirik adalah niasin (8,43 mg/100 gr bahan, setara dengan 42% dari total kebutuhan harian), vitamin B12 (8,3 µg/100 gr bahan), dan selenium (Se) dengan kadar 38,5 µg/100 gr bahan, suatu jumlah yang dapat menutupi sekitar 55% kebutuhan harian tubuh akan unsur ini.

Niasin alias vitamin B3, yang sering juga disebut asam nikotinat, nikotinamid, niasinamid, atau pellagra-preventive (PP) factor, merupakan bagian dari ko-enzim NAD+ (nikotinamid adenin dinukleotida) dan NADP (nikotinamid adenin dinukleotida fosfat) dari enzim dehidrogenase, yang diperlukan sebagai katalis reaksi transfer hidrogen. Defisiensi niasin akan menimbulkan penyakit pellagra, yang gejalanya muncul pada kulit, saluran pencernaan dan sistem saraf pusat (three Ds of pellagra adalah : dermatitis, diare, dan depresi).

Sementara vitamin B12 atau kobalamin, yang memiliki nama lain antipernicious anemia factor, erythrocyte maturation factor, atau animal protein factor (APF), selain dapat diandalkan dalam mengawal pertumbuhan badan agar tetap normal, juga berperan penting dalam pemeliharaan jaringan saraf, dan pembentukan sel-sel darah merah.

Adapun Se merupakan bagian esensial dari enzim glutation peroksidase, yang berperan sebagai katalisator dalam pemecahan peroksida menjadi ikatan yang tidak bersifat toksik -peroksida dapat berubah menjadi radikal bebas yang mampu mengoksidasi asam lemak tidak jenuh dalam membran sel, hingga merusak membran tersebut, menyebabkan kanker dan penyakit degeneratif lainnya- lantaran kepintarannya itu banyak pakar mengatakan, bahan ini mempunyai potensi sebagai pencegah kanker dan penyakit degeneratif lain.

Studi selama sepuluh tahun yang `dikomandani` the Arizona Cancer Center, pada 1.312 laki-laki dan perempuan dengan riwayat kanker kulit, mendapatkan, meski belum terbukti kemanjurannya dalam menjaga subjek dari terjangan kanker kulit baru, elemen kelumit (trace element) ini ternyata dapat melindungi mereka dari beberapa tipe kanker lainnya. Partisipan yang diberi suplemen Se 200 µg sehari memiliki 63%, 58%, dan 46% kemungkinan lebih rendah mendapat kanker prostat, kolorektal, serta paru-paru, dibanding mereka yang disuguhi plasebo.

Sementara hasil penelitian yang dilakukan para ahli US Departement of Agriculture, yang melakukan pengetesan pada beberapa wanita di New Zealand (di wilayah yang tanahnya memiliki kandungan Se rendah) dengan pemberian suplemen Se bervariasi selama enam bulan, menemukan, mereka yang disodori Se 400 µg sehari, memperlihatkan kemajuan yang signifikan berkaitan dengan mood dan level energinya dibanding wanita yang tidak diberi atau diberi namun dengan kadar lebih rendah.

Mengingat, menurut Prof. Dr. Ir. Deddy Muchtadi, M.S., yang menyelesaikan studi S-3 di Universite des Sciences et Techniques du Languedoc, Montpellier, Perancis, proses penuaan menurunkan kadar Se dalam tubuh : kadar Se dalam darah menurun sebanyak 7 persen setelah berumur 60 tahun, dan sebanyak 24% setelah berumur 75 tahun, agar orang tua bisa terbebas dari pellagra, terpelihara kesehatan sarafnya, tetap semangat lantaran mood-nya tak pernah kendur, dan terhindar dari gangguan kanker, merajinkan diri mengonsumsi daging kelinci merupakan salah satu solusinya.

Menolong penderita asma

Kondisi lain yang juga bisa ditolong oleh daging kelinci adalah asma, yaitu suatu penyakit alergi yang bercirikan peradangan steril, disertai serangan sesak napas akut secara berkala, mudah tersengal-sengal dan batuk (dengan bunyi khas).

Melalui cara pelepasan mediator vasoaktif kuat, seperti histamin, serotonin, dan bradikinin, sel mastosit (mastcells) berperan penting dalam terjadinya serangan asma.

Agar situasi tersebut tidak terjadi sel mastosit perlu distabilisasi, salah satunya dengan pemberian antihistaminika, diantaranya ketotifen.

Daging kelinci diduga memiliki unsur tersebut. Penelitian Dian Kesuma dan kawan-kawan dari Universitas Brawijaya (Unibraw), Malang, sekitar tahun 2000, berhasil membuktikannya. Berkat keberhasilannya itu mereka dinobatkan sebagai juara dalam lomba karya ilmiah tingkat nasional bidang IPA (ilmu pengetahuan alam), saat acara tersebut digelar di Solo.

Sebab ketotifen memiliki sifat mudah rusak oleh temperatur tinggi, supaya unsur ini maksimal masuk tubuh, masaklah daging kelinci dalam suhu rendah hingga sedang, tidak sampai melebihi 150 derajat Celsius.

Hal lain, berdasar pengalaman pribadinya, Dian Kesuma mengungkapkan bahwa efek penyembuhan asma dengan daging kelinci bisa didapatkan setelah dia mengonsumsi daging kelinci selama hampir satu tahun. Dengan kata lain, kesabaran merupakan kunci lain keberhasilan upaya ini

http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=news.detail&id=88143

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.